Kuliah Mengajarkan Cara Belajar, Bukan Cara Hidup

Kebanyakan orang datang ke kampus, tes dengan harapan lulus agar menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Harapan mereka sungguh tinggi, lulus lalu bekerja. Punya uang banyak, bisa foya foya.

Tidak salah dengan pikiran itu dan sungguh manusiawi. Memang siapa yang tidak ingin memiliki uang banyak?

Namun, benarkah jalan itu sungguh benar-benar yang terbaik?

Sayangnya kehidupan manusia sungguh kompleks. Kuliah merupakan secuil pendidikan yang saat ini dapat kita dapatkan. Dan itu merupakan previlage.

Kebanyakan orang berpikir setelah lulus kuliah pasti mendapatkan pekerjaan.

Padahal dunia manusia sungguh tidak ada hal yang pasti yang dapat diukur oleh kekuatan manusia itu sendiri. Tidak dapat diprediksi dengan peluang 100%.

Jika kita menilik bangku pendidikan kampus, kita akan dikenalkan dengan silabus. Silabus merupakan pedoman perkuliahan selama satu semester pada salah satu mata kuliah. Tentunya setiap mata kuliah memiliki silabus sendiri sendiri.

Silabus ini pasti terlaksana, mau tidak mau harus selesai disampaikan kepada mahasiswa. Sungguh terstruktur.

Timeline harus jelas dan detail. Tidak boleh lompat sana lompat sini.

Ketika ujian mata kuliah akan ada jawaban benar dan jawaban salah. Dan itu pasti selalu ada jawaban benar apalagi jika kita berkuliah pada ilmu pasti.

Lalu, setelah lulus ujian kita akan bingung. Kok dunia seperti ini ya.

Setelah lulus, kita tidak memiliki silabus. Kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan.

Di sisi lain, timeline kita tidak jelas. Meski kita sudah membuat timeline, apa yang kita lakukan seringkali dipengaruhi atas perihal yang dilakukan orang lain.

Padahal sebelumnya kita ada timeline, di dunia luar kampus tidak ada timeline kawan.

Lalu, jawaban benar? Jawaban benar itu relatif. Tidak ada jawaban yang betul betul benar. Jika menurutmu benar, belum tentu benar bagi orang lain. Tidak ada kebenaran yang mutlak di dunia luar kampus.

Maka, ujian yang kita hadapi setelah pergi meninggalkan bangku perkuliahan adalah ujian kehidupan. Tidak ada jawaban benar dan tidak ada jawaban salah dalam memilih tindakan.

Lalu apa yang kita pelajari pada dunia perkuliahan?

Kita perlu sadari bahwa dalam kehidupan kampus, kita belajar untuk berpikir terstruktur. Biasanya ini melalui tugas akhir untuk menyusun karya ilmiah.

Kita akan sadar, bahwa setiap argumen, opini memiliki pembukaan, pembahasan, dan penutup. Struktur dasar ini seringkali kita lakukan dalam perkuliahan. Dan ini kita terapkan.

Dengan hal itu, problem solving kita akan ikut meningkat. Pengambilan keputusan akan kita lakukan tentu dengan tidak matang.

Solusi yang hendak memecahkan masalah akan selalu kita hadapi. Lalu perlu disadari juga bahwa itu akan bermuara pada kegagalan dan kegagalan yang seringkali dialami dalam dunia kampus.

Maka, tidak perlu berharap lebih setelah lulus dari bangku perkuliahan. Kita baru selesai mempelajari cara belajar.

Setelah itu, kita akan belajar mengenai cara hidup. Hidup yang penuh ketidakpastian dengan peluang yang tidak diketahui pasti.

Meskipun demikian, saya tidak mengatakan bangku perkuliahan tidaklah penting. Itu sungguh penting. Akan tetapi, bangku kehidupan juga perlu disadari dan perlu dijalani dengan sepenuh hati.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *